“Kami berharap insiden ini tidak digunakan untuk menebar pemusuhan dan perpecahan di masyarakat, tetapi hanya akan memperkuat tekad bersama kita untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan di Singapura,” kata Nazirudin, seperti dikutip dari The Straits Times, Senin (11/11/2024).
Dia juga berharap umat Katolik tetap kuat dan teguh melalui cobaan ini.
Para tokoh Hindu juga menyampaikan kesedihan atas insiden tersebut dalam pernyataan bersama di Facebook.
“Aksi kekerasan tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita, terutama di tempat-tempat suci yang bertujuan untuk perdamaian dan merenung,” bunyi pernyataan.
Komunitas Hindu juga menyampaikan solidaritas dengan umat Katolik serta para tokoh agama serta menyampaikan simpati kepada Lee.
Lee ditikam saat memimpin misa malam. Pelaku membawa lima pisau yang diketahui setelah jemaat lain membekuknya.
Dalam pemeriksaan polisi, Basnayake menyebut dirinya beragama Kristen. Dia diyakini bertindak seorang diri.
Polisi masih mendalami motif serangan tersebut dan menduga tak ada unsur terorisme dan motif keagamaan di baliknya.