Namun, muncul keraguan bahwa Jepang akan mendapatkan pasokan itu tepat waktu. Hal itu didasarkan pada masalah yang terlihat dalam peluncuran vaksin di negara-negara lain.
Kepala program vaksin Jepang, Taro Kono, mengatakan pada pekan lalu bahwa pihaknya akan memulai suntikan pertama pada Februari, dimulai dengan 10.000 pekerja medis. Sementara, untuk mengamankan seluruh pasokan vaksin, diperkirakan baru akan tercapai pada Juni.
Program vaksinasi Covid di Jepang diketahui sangat rentan, lantaran rencana inokulasi yang awalnya bergantung pada dosis Pfizer, kini kabarnya berisiko akan diambil kembali oleh otoritas AS untuk keperluan pemerintahan baru Presiden Joe Biden melawan pandemi di negeri Paman Sam.
“Memang tidak ada cukup vaksin untuk semua negara yang membuat perjanjian dengan Pfizer. AS sendiri membutuhkan 100 juta lebih banyak vaksin Pfizer untuk mencapai tujuan mereka, dan banyak dari 100 juta dosis itu ada di tumpukan pasokan Jepang,” kata Hansen.
Kementerian Kesehatan Jepang tidak segera menanggapi perkiraan Airfinity tersebut. Sementara Pfizer mengatakan, pihaknya sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas guna memenuhi permintaan global, yang bertujuan untuk membuat sekitar 2 miliar dosis vaksin pada 2021.
Pfizer juga tengah berupaya meningkatkan persediaan untuk Belgia, yang akan berdampak sementara pada beberapa pengiriman hingga pertengahan Februari. “Perusahaan bekerja sama dengan semua pemerintah dalam hal alokasi dosis,” kata Pfizer.