“Sekarang ini adalah laporan ketiga dari penyembuhan di rangkaian ini, dan juga jadi perempuan yang pertama yang hidup dengan HIV,” ungkap Presiden terpilih International AIDS Society, Sharon Lewin, dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters, Rabu (16/2/2022).
Temuan tersebut menjadi bagian dari studi besar yang didukung AS yang dipimpin oleh Dr Yvonne Bryson dari University of California Los Angeles (UCLA), dan Dr Deborah Persaud dari Johns Hopkins University di Baltimore.
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati 25 pasien HIV yang menjalani transplantasi dengan sel punca yang diambil dari darah tali pusat untuk pengobatan kanker dan kondisi serius lainnya.
Pada tahap percobaan pertama, pasien menjalani kemoterapi untuk membunuh sel-sel kekebalan kanker. Dokter kemudian melakukan transplantasi sel induk dari individu dengan mutasi genetik tertentu di mana mereka kekurangan reseptor yang digunakan oleh virus untuk menginfeksi sel.
Para ilmuwan percaya bahwa orang-orang ini kemudian mengembangkan sistem kekebalan yang kebal terhadap HIV.