Parlemen Israel Gelar Voting Bubarkan Pemerintah, AS Dukung Netanyahu Digulingkan? 

Anton Suhartono
Parlemen Israel Knesset menggelar pemungutan suara untuk membubarkan koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

AS, lanjut dia, menghormati hak Israel untuk memilih pemerintahan sendiri. Oleh karena itu laporan media massa yang menyatakan sebaliknya menyesatkan atau tidak benar.

Menteri Pertahanan, Israel Katz, pada Desember lalu mengatakan, Israel akan mewajibkan sekitar 50 persen kaum muda ultra-ortodoks untuk mengikuti dinas militer. Kemudian pada Juni 2024, Mahkamah Agung Israel dengan suara bulat memerintahkan Netanyahu untuk memulai program wajib militer bagi kelompok Yahudi ultra-ortodoks.

Anak muda Yahudi ultra-ortodoks yang belajar di yeshiva dibebaskan dari kewajiban bertugas di militer Israel sejak puluhan tahun silam. 

Mahkamah Agung Israel sempat membatalkan UU tersebut pada 2017 dengan pertimbangan mengusik rasa keadilan bagi warga lainnya. Sejak saat itu, pemerintah Israel terus berupaya menunda kebijakan penyetaraan kedudukan kelompok ultra-ortodoks dengan warga lain dalam menanggung tanggung jawab publik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 bulan lalu

Greta Thunberg Tinggalkan Israel, 5 Aktivis Kemanusiaan Gaza Masih Ditahan

Internasional
8 bulan lalu

Trump Libatkan Iran dalam Negosiasi Gencatan Senjata Gaza: Kita Lihat Apa yang Terjadi

Internasional
8 bulan lalu

Trump Komentari Greta Thunberg Ikut Misi Kemanusiaan Gaza: Dia Orang Aneh!

Internasional
7 jam lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal