Sebastia terletak di jalan utama antara kegubernuran Nablus dan Jenin, mencakup area seluas sekitar 4.777 dunam. (1 dunam-1.000 meter persegi)
Menurut Kementerian Pariwisata Palestina, kawasan arkeologi Sebastia berasal dari Zaman Perunggu (3.200 SM) dan berisi peninggalan Arab, Kanaan, Romawi, Bizantium, Fenisia, dan Islam.
Pada Juli 2024, parlemen Knesset, dengan dukungan mayoritas dari koalisi dan beberapa anggota oposisi, mengesahkan RUU yang didukung pemerintah yang memperluas kewenangan Otoritas Purbakala Israel ke situs-situs arkeologi di seluruh wilayah Tepi Barat.
Secara terpisah, otoritas Israel telah mengeluarkan 40 surat perintah pembongkaran dan penghentian konstruksi selama 2 hari terakhir di lingkungan Wadi Al Hummus, tenggara Yerusalem Timur, menurut Kegubernuran Yerusalem pada hari Kamis.
"Penjajah (Israel) mengeluarkan 30 surat perintah pembongkaran pada Rabu untuk bangunan-bangunan yang terletak di luar tembok pemisah di Wadi Al Hummus, meski bangunan-bangunan ini terletak di Area A dan memiliki izin resmi Palestina," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari Anadolu, Jumat (21/11/2025).