Para Pemuda Israel Pilih Dipenjara ketimbang Perang di Gaza, Alasannya Mengejutkan

Anton Suhartono
Ilustrasi jumlah pemuda Israel yang memilih dipenjara ketimbang perang di Gaza terus bertambah (Foto: Anadolu)

Pemerintah Israel membantah tuduhan bahwa perang di Gaza merupakan genosida terhadap rakyat Palestina, melainkan untuk membela keamanan nasional. Namun tidak bagi Greenberg. Pembantaian anak-anak dan perempuan sudah dilakukan terang-benderang.

"Saya menginginkan perubahan ini dan saya akan mengorbankan nyawa saya untuk itu," kata Greenberg, mengenai keputusannya yang bulat untuk memilih penjara daripada bertugas di Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Pilihan Greenberg itu jelas tidak populer di kalangan pria seusianya. Pasalnya, menolak wajib militer, apalagi dalam kondisi negara sedang berperang, adalah keputusan yang konsekuensinya sangat berat, bahkan pengucilan.

Di Israel, militer lebih dari sekadar institusi, melainkan tatanan sosial. Dinas militer dan identitas sebagai seorang Yahudi saling terkait erat. 

Bahkan sejak sekolah dasar (SD), semua murid diajarkan bahwa suatu saat kelak akan menjadi tentara untuk melindungi anak-anak seperti mereka. Tentara-tentara bahkan mendatangi ruang kelas dan sekolah untuk mendorong siswa untuk mendaftar wajib militer. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

57 tahun lalu

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Israel Siapkan Serangan Besar ke Iran, Kepala Staf IDF: Bersiaplah!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal