Menurut penulis dan peneliti Thomas Fazi, keadaan di Eropa hari ini adalah semacam “krisis organik” rezim ekonomi dan politik neoliberal yang telah menguasai Eropa. Salah satu aspek rezim itu diyakini sebagai pengusiran rakyat secara sengaja dari proses pengambilan keputusan yang demokratis.
“Hasilnya adalah selama bertahun-tahun para elite politik kita semakin terjebak oleh bisnis besar dan semakin terisolasi dari kebutuhan dan kepentingan para pekerja dan ekonomi pada umumnya,” kata Fazi.
“Memang, beberapa pemimpin Barat bukan sekadar boneka di tangan elite kapitalis yang berkuasa, mereka adalah perwakilan langsung dari elite tersebut, seperti dalam kasus Emmanuel Macron dan Mario Draghi,” ujarnya.
Menurut dia, para pemimpin nasional di Eropa juga telah terbiasa untuk mengalihkan tugas mereka ke Uni Eropa. Hal itu melepaskan tanggung jawab mereka dari membuat keputusan ekonomi dan politik yang penting, dengan pengambilan keputusan yang sebenarnya diturunkan ke birokrat di Brussels dan Frankfurt.
Hal ini mengakibatkan kelas politik Eropa tak mampu lagi melihat kenyataan di negara mereka.