Pakar Sebut Eropa Menderita Krisis Kepemimpinan, Semua Makin Terungkap lewat Konflik Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Benua Eropa (ilustrasi). (Foto: Pixabay)

Menurut penulis dan peneliti Thomas Fazi, keadaan di Eropa hari ini adalah semacam “krisis organik” rezim ekonomi dan politik neoliberal yang telah menguasai Eropa. Salah satu aspek rezim itu diyakini sebagai pengusiran rakyat secara sengaja dari proses pengambilan keputusan yang demokratis.

“Hasilnya adalah selama bertahun-tahun para elite politik kita semakin terjebak oleh bisnis besar dan semakin terisolasi dari kebutuhan dan kepentingan para pekerja dan ekonomi pada umumnya,” kata Fazi.

“Memang, beberapa pemimpin Barat bukan sekadar boneka di tangan elite kapitalis yang berkuasa, mereka adalah perwakilan langsung dari elite tersebut, seperti dalam kasus Emmanuel Macron dan Mario Draghi,” ujarnya.

Menurut dia, para pemimpin nasional di Eropa juga telah terbiasa untuk mengalihkan tugas mereka ke Uni Eropa. Hal itu melepaskan tanggung jawab mereka dari membuat keputusan ekonomi dan politik yang penting, dengan pengambilan keputusan yang sebenarnya diturunkan ke birokrat di Brussels dan Frankfurt. 

Hal ini mengakibatkan kelas politik Eropa tak mampu lagi melihat kenyataan di negara mereka.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih

57 tahun lalu

Chatib Basri Sebut Ekonomi RI 2026 Tak Sama dengan Era Krisis 98, Ini Penjelasannya

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Europe on Screen 2026 Resmi Dimulai, 55 Film Eropa Diputar Gratis!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal