Orang Tua Larang Dokter Pasang Alat Bantu Pernapasan, Remaja Meninggal akibat Covid-19

Umaya Khusniah
Seorang pasien positif COVID-19, terbaring di ruang isolasinya dirawat oleh terapis pernapasan di unit Perawatan Intensif (ICU). (Foto: Reuters)

"Saya benar-benar percaya dia bisa diselamatkan jika orang tuanya tidak melarang kami mengintubasinya," katanya.

Sebelumnya, gadis itu berada di RS selama sembilan hari. Dia pun dapat berkomunikasi dengan para tim medis yang merawatnya, sampai akhirnya kondisinya memburuk. 

Tweet Jessica tentang kematian gadis 14 tahun itu menerima lebih dari 116.000 suka dan telah di-retweet lebih dari 30.000 kali.

Ribuan pengguna media sosial telah mengomentari unggahan tersebut. Mayoritas dari mereka marah mereka atas kematian yang seharusnya tidak perlu terjadi, yang berakar dari informasi yang salah tentang vaksin Covid-19.

"Orang tua macam apa yang mencegah anaknya melakukan intubasi??" satu orang bertanya.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran Klaim Tembakkan Rudal dan Drone, Paksa Kapal Perang AS Mundur dari Teluk Oman

57 tahun lalu

Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei

57 tahun lalu

Trump Jagokan Wapres JD Vance-Menlu Rubio Maju Pilpres AS 2028: Mereka Tak Terkalahkan!

57 tahun lalu

DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal