Saat didesak lagi, apakah Israel akan menduduki kembali seluruh wilayah Gaza seperti dilakukan negara Yahudi itu sebelum menarik diri pada 2005, Netanyahu menegaskan lagi tak akan mempertahankan kehadirannya di wilayah berpenduduk sekitar 2,2 juta jiwa itu.
"Kami tidak ingin berada di sana sebagai badan pemerintahan. Kami ingin menyerahkannya kepada pasukan Arab yang akan memerintah (sementara) dengan benar, tanpa mengancam kami dan memberikan kehidupan yang baik bagi warga Gaza," ujarnya.
Isarel Sengaja Batalkan Perundingan Gencatan Senjata
Sebelumnya seorang sumber pejabat keamanan Israel mengungkap, perundingan gencatan senjata tidak langsung dengan Hamas yang berlangsung di Doha, Qatar, nyaris mencapai kesepakatan, namun pemerintahan Netanyahu menggagalkannya di saat-saat terakhir.
Israel mengingkari kesepakatan yang hampir rampung untuk membebaskan sebagian sandera yang masih ditahan di Gaza.
Pejabat itu menuduh pemerintahan Netanyahu sengaja meninggalkan perundingan penting itu.