Netanyahu Akui Masa Depan Israel Sangat Berat jika Perang Lawan Iran Pecah

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengakui negaranya sedang menghadapi hari-hari yang sangat sulit terkait potensi perang baru dengan Iran (Foto: AP)

Sementara itu pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyerukan serangan terhadap ladang minyak dan fasilitas energi Iran. Menurut dia, cara itu akan menjatuhkan rezim Ayatollah Ali Khamenei, meski bisa memicu gesekan diplomatik dengan Amerika Serikat.

“Anda tahu saya adalah pemimpin oposisi dan Netanyahu dan saya adalah rival, tapi dalam hal ini dia benar. Iran harus diserang dengan kekuatan penuh,” kata Lapid.

“Jika konfrontasi meletus, kita semua akan mengesampingkan perbedaan pendapat,” ujarnya.

Stasiun televisi Israel Channel 13 melaporkan Netanyahu menggelar pertemuan terbatas dihadiri Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, kepala Mossad David Barnea, dan kepala badan intelijen militer Shlomi Binder, membahas kemungkinan serangan AS terhadap Iran.

Israel sedang mempersiapkan kemungkinan AS memberlakukan pembatasan pada Tel Aviv guna melancarkan serangan terhadap Iran beberapa jam pertama sebelum serangan.

Jika Iran meluncurkan rudal balistik ke Tel Aviv, Israel akan mendapat lampu hijau AS untuk segera menyerang Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Sebut Aset Iran Akan Dikendalikan AS, Ini Respons Keras Teheran

57 tahun lalu

Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa

57 tahun lalu

PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban

57 tahun lalu

Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal