TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu mengakui negaranya sedang menghadapi hari-hari yang sangat sulit terkait potensi perang baru dengan Iran. Dia mengkhawatirkan dampak dari meningkatnya ketegangan serta kemungkinan konfrontasi lebih luas di kawasan.
Dalam pidatonya di parlemen Knesset, Senin (23/2/2026), Netanyahu mengatakan Israel menghadapi hari-hari yang paling menyentuh bagi kehidupan karena ketidakpastian akan menyelimuti periode mendatang.
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok,” katanya, seraya menyerukan persatuan Israel menghadapi kemungkinan eskalasi dengan Iran.
Dia lalu memperingatkan Iran akan menghadapi pembalasan yang keras jika menyerang Israel. Iran, kata dia, akan melakukan kesalahan terbesar dalam sejarahnya jika hal itu terjadi.
Para pejabat Iran menegaskan, Israel akan menjadi target serangan jika Amerika Serikat (AS) menggempur negaranya. Kota-kota besar Israel porak-poranda dalam perang 12 hari pada Juni 2025, menunjukkan kemampuan militer Iran yang tak bisa dibendung Israel.