Namun, jika anak berusia 10 tahun tersebut memiliki usia mental 8, IQ anak itu akan menjadi 8:10 × 100, sehingga hasilnya 80. Berdasarkan perhitungan tersebut, skor 100—di mana usia mental sama dengan usia kronologis—akan menjadi rata-rata. Beberapa tes terus melibatkan perhitungan usia mental.
IQ rata-rata ditetapkan pada angka 100, tetapi negara-negara dan individu yang memperoleh skor lebih tinggi sering kali menunjukkan kemampuan luar biasa dalam berpikir kritis dan kemampuan beradaptasi.
Meskipun IQ hanyalah salah satu cara untuk mengukur kecerdasan, IQ tetap menjadi salah satu ukuran yang paling dapat diandalkan dan dikenal luas di seluruh dunia. Negara-negara yang secara konsisten memiliki skor IQ rata-rata yang tinggi biasanya adalah negara-negara yang telah melakukan investasi besar dalam pendidikan, penelitian, dan teknologi. Negara-negara ini menghadirkan lingkungan yang mendukung pertumbuhan intelektual, sehingga memungkinkan penduduknya untuk unggul dalam berbagai bidang dan industri.
Menurut World Population Review, IQ dan pendidikan ibarat dua sisi mata uang. Skor IQ lazimnya juga mencerminkan kualitas pendidikan dan sumber daya yang tersedia bagi orang-orang di wilayah geografis setempat.
Wilayah-wilayah di dunia dengan skor IQ yang lebih rendah biasanya lebih miskin dan kurang berkembang, khususnya di bidang pendidikan, dibandingkan dengan negara-negara dengan skor IQ yang lebih tinggi. Banyak peneliti juga menggunakan IQ untuk menentukan negara-negara terpintar di dunia.