“Kami setuju bahwa ancaman nuklir (oleh Rusia) tidak dapat diterima. Kami akan terus mendukung Ukraina,” cuitnya.
Sejak Rusia meluncurkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari, negara-negara Barat telah memberikan bantuan kemanusiaan, militer, dan keuangan kepada Kiev. Moskow mengecam aliran senjata ke Ukraina dari sekutu Baratnya, dengan mengatakan hal itu hanya “menuang minyak ke dalam api”.
Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat agar tidak terlibat lebih jauh dalam konflik tersebut. Sementara Uni Eropa, Amerika Serikat, dan NATO telah menyatakan bahwa mereka bukan pihak dalam permusuhan Moskow dengan Kiev.
Faktanya, negara-negara Barat secara terang-terangan melatih tentara Ukraina, di samping mengirim instruktur dan perangkat keras mereka ke Ukraina, dan memberikan informasi intelijen kepada Kiev untuk melawan Moskow.