Dia menambahkan desa tersebut tidak memiliki sejarah aktivitas ekstremis. Selain itu umat Islam dan Kristen hidup berdampingan secara damai.
“Di Jabo, kami menganggap orang Kristen sebagai saudara. Kami tidak mengalami konflik agama, jadi kami tidak mengharapkan ini,” ujarnya.
Bashar Isah Jabo, anggota parlemen negara bagian, juga menggambarkan wilayah itu sebagai komunitas damai.
"Tidak ada sejarah tentang ISIS yang diketahui, Lakurawa, atau kelompok teroris lainnya," ujarnya.
Dia menambahkan puing-puing bekas ledakan bom yang jatuh sekitar 500 meter dari satu-satunya rumah sakit utama memicu kepanikan luar biasa. Namun Bashar memastikan tidak ada korban jiwa.