Nah! Rusia Ngaku Tak Terikat Kesepakatan Senjata Nuklir dengan Amerika Lagi

Anton Suhartono
Rusia merasa tidak lagi terikat dengan kesepakatan pengerahan senjata nuklir jarak menengah INF dengan AS (Foto: AP)

Typhon merupakan peluncur berbasis darat yang mampu menembakkan rudal jelajah Tomahawk (jangkauan hingga 1.800 km) dan rudal serbaguna SM-6 (jangkauan hingga 500 km).

Kemlu Rusia juga memantau Angkatan Darat (AD) Australia yang menguji Rudal Serang Presisi (PrSM) untuk pertama kali pada Juli. 

PrSM memiliki jangkauan maksimum lebih dari 500 km dan berperan penting dalam memperkuat kemampuan serangan darat dan laut Australia.

"Keputusan mengenai parameter spesifik dari respons yang diberikan akan dibuat oleh pimpinan Rusia berdasarkan analisis antarlembaga mengenai skala pengerahan rudal jarak menengah dan jarak pendek berbasis darat AS dan negara Barat lainnya, serta perkembangan situasi secara keseluruhan di bidang keamanan internasional dan stabilitas strategis," demikian isi pernyataan.

Kesepakatan INF, melarang pengunaan rudal darat dengan jangkauan 500–5.500 km, sebenarnya telah batal pada 2019 begitu AS menarik diri. AS saat itu, di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, menuduh Rusia melanggar kesepakatan. Namun Rusia membantah tuduhan tersebut, bahkan berbalik menuding AS yang mengembangkan rudal terlarang. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 menit lalu

AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan

5 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

6 jam lalu

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

6 jam lalu

Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal