Nah, Perempuan Israel Ini Ungkap Ibunya Tewas Ditembak Tentara Zionis saat Disandera Hamas

Anton Suhartono
Seorang sandera Israel yang sempat ditahan Hamas mengungkap ibunya tewas ditembak tentara sendiri saat serangan Hamas pada 7 Oktober (Foto: Reuters)

Protokol tersebut membolehkan tentara menembak sandera warga Israel maupun pelaku jika upaya penyelamatan gagal. Tujuan dari praktik protokol ini adalah mencegah dampak lebih berbahaya akibat penyanderaan.

Warga Israel baru menyadari adanya protokol ini pada 2003 setelah seorang dokter Israel yang bertugas sebagai tentara cadangan di Lebanon, Avner Shiftan, mengungkapnya ke surat kabar Haaretz.

Media Israel pada 19 November mengangkat kembali protokol itu yakni terkait serangan Hamas di Kibbutz Be'eri pada 7 Oktober. Serangan itu menewaskan 14 warga Israel, termasuk anak kembar Liel dan Yanai Hetzroni (12).

Awalnya media Israel mengangkat laporan kebrutalan Hamas sebagai pembunuh 14 warga sipil tersebut. Namun para saksi kemudian buka suara, pasukan Israel-lah yang menembak mereka menggunakan tank yakni diarahkan ke rumah tempat para sandera ditahan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Nasional
4 jam lalu

Mensesneg: Board of Peace Komitmen RI Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Nasional
5 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Internasional
6 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal