Pentagon pada Mei lalu menyatakan, biaya perang melawan Iran naik menjadi hampir 29 miliar dolar AS, meski Partai Demokrat dan kritikus perang lainnya menegaskan, biaya sebenarnya, termasuk kerusakan yang ditimbulkan dari serangan balasan Iran, bisa jauh lebih tinggi.
Kekhawatiran bahwa perang membebani persediaan senjata AS juga meningkat setelah Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao menyebut konflik tersebut sebagai alasan untuk menghentikan sementara penjualan senjata ke Taiwan.
Namun Menteri Pertahanan Pete Hegseth membantah hal tersebut.
Beberapa anggota Kongres mengatakan tidak akan mendukung pendanaan tambahan untuk perang, kecuali konflik tersebut mendapat otorisasi dari Kongres.
Partai Demokrat menuduh Trump melanggar UUD dengan memulai perang tanpa dukungan Kongres.
Berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang (War Powers Act), presiden memiliki waktu 60 hari untuk mendapat persetujuan Kongres setelah mengerahkan pasukan AS ke medan perang. Batas waktu tersebut telah berlalu beberapa pekan lalu.