Nah, Pengacara Militer Israel Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang di Gaza

Anton Suhartono
Para pengacara militer Israel prihatin dengan semakin banyaknya bukti yang menunjukkan kejahatan negaranya dalam perang di Gaza (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Para pengacara militer Israel menyampaikan keprihatinan mengenai semakin banyaknya bukti yang menunjukkan kejahatan negaranya dalam perang di Jalur Gaza.

Lima sumber mantan pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Reuters, para pengacara militer Israel mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran tersebut dari berbagai pihak, termasuk intelijen AS, selama tahun pertama konflik atau hingga Oktober 2024. 

Menurut laporan Reuters, muncul keraguan di kalangan militer Israel tentang legalitas perang yang sangat kontras dengan sikap publik negara Yahudi itu.

Seorang sumber mantan pejabat AS saat pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan, data yang dikumpulkan dan dibagikan oleh intelijen AS saat pertemuan dengan Kongres pada Desember 2024 menjadi salah satu materi paling mengejutkan. Isinya terkait kebijakan perang Israel di Gaza yang brutal.

"Ada kekhawatiran Israel sengaja menargetkan warga sipil dan pekerja kemanusiaan," bunyi laporan tersebut, tanpa menjelaskan secara rinci insiden yang dimaksud, dikutip Senin (10/11/2025).

Para pejabat AS juga khawatir meningkatnya jumlah korban jiwa warga sipil bisa dikategorikan melanggar hukum internasional.

AS, di masa pemeerintahan Joe Biden maupun Donald Trump, menegaskan sikap yang tegas membela Israel terkait perang di Gaza.

Bahkan dukungan itu tetap diberikan Biden kepada Israel, meski pemerintahannya, berdasarkan laporan pada Mei 2024, mengungkapkan kekhawatiran bahwa negara Yahudi itu mungkin melanggar hukum humaniter internasional. 

Seharusnya, temuan tersebut sudah cukup kuat bagi AS untuk menghentikan pengiriman senjata dan menangguhkan kerja sama intelijen dengan Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
36 menit lalu

Iran Pastikan Negosiasi dengan AS Hanya Bahas Nuklir, Bukan yang Lain

Internasional
4 jam lalu

Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih

Internasional
5 jam lalu

Perundingan Nuklir dengan AS, Menlu Iran Araghchi: Awal yang Baik

Internasional
8 jam lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal