Sekalipun klaim Ziyuan benar, pesawat Chandrayaan-3 tetap mendarat lebih jauh ke selatan dibandingkan pesawat luar angkasa negara lainnya.
Pesawat Chang’e 4 China, yang pertama mendarat di sisi terjauh bulan pada 2019, mendarat 45 derajat selatan. Sementara itu pesawat tak berawak badan antariksa Amerika Serikat NASA, Surveyor 7, mencapai bulan sekitar 41 derajat selatan pada 1968.
Negara-negara berlomba untuk mendaratkan pesawat mendekati kutub selatan Bulan. Para ilmuwan berpendapat wilayah tersebut mungkin memiliki cadangan es yang bisa menjawab misteri apakah manusia bisa tinggal dalam waktu panjang di satelit Bumi tersebut.