Belum ada komentar dari badan antariksa India terkait pernyataan Ziyuan tersebut.
China dan India berlomba mendaratkan pesawat luar angkasanya di Bulan. Pesawat China sudah mendarat lebih dulu, namun tak di kutub.
Pakar antariksa China lainnya, Pang Zhihao, mengatakan kepada surat kabar Global Times, negaranya memiliki teknologi jauh lebih baik daripada India.
"(Program luar angkasa China) Mampu mengirim pengorbit dan pendarat langsung ke orbit transfer Bumi-Bulan sejak peluncuran Chang'e-2 pada 2010, manuver yang belum bisa dilakukan India mengingat terbatasnya kapasitas kendaraan peluncur. Mesin yang digunakan Tiongkok juga jauh lebih maju,” katanya.
Sekalipun klaim Ziyuan benar, pesawat Chandrayaan-3 tetap mendarat lebih jauh ke selatan dibandingkan pesawat luar angkasa negara lainnya.
Pesawat Chang’e 4 China, yang pertama mendarat di sisi terjauh bulan pada 2019, mendarat 45 derajat selatan. Sementara itu pesawat tak berawak badan antariksa Amerika Serikat NASA, Surveyor 7, mencapai bulan sekitar 41 derajat selatan pada 1968.
Negara-negara berlomba untuk mendaratkan pesawat mendekati kutub selatan Bulan. Para ilmuwan berpendapat wilayah tersebut mungkin memiliki cadangan es yang bisa menjawab misteri apakah manusia bisa tinggal dalam waktu panjang di satelit Bumi tersebut.