Disebutkan, perang di Gaza hanya untuk melayani kepentingan politik dan pribadi, bukan keamanan nasional. Selain itu serangan terus-menerus hanya akan membahayakan nyawa para sandera, tentara IDF, dan warga sipil tak berdosa.
"Hanya kesepakatan (gencatan senjata) yang bisa mengembalikan para sandera dengan aman, sementara tekanan militer mengarah pada pembunuhan para sandera serta membahayakan tentara kita."
Pejabat militer itu mengklaim sebagian besar yang menandatangani surat tersebut bukan tentara cadangan aktif.
"Kebijakan kami jelas, IDF berdiri di atas semua pertikaian politik. Tidak ada ruang bagi badan atau individu mana pun, termasuk tentara cadangan yang bertugas aktif, untuk mengeksploitasi status militer mereka. Sementara pada saat yang sama berpartisipasi dalam pertempuran dan menyerukan penghentiannya," kata pejabat tersebut.
Netanyahu mendukung langkah IAF untuk memberhentikan pilot aktif yang sudah menandatangani surat itu.
"Penolakan adalah penolakan, bahkan ketika itu tersirat dan diungkapkan dalam bahasa yang halus," kata Netanyahu, dalam pernyataan yang dirilis kantor perdana menteri Israel.
Menurut perhitungan Israel, saat ini masih ada sekitar 58 sandera yang ditahan di Gaza. Sebanyak 34 di antaranya diyakini sudah tewas. Hamas tidak pernah merilis jumlah total sandera Israel sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.