Myanmar Blokir Facebook, WhatsApp, dan Instagram usai Kudeta Militer

Ahmad Islamy Jamil
Kudeta militer Myanmar berlanjut pada pemblokiran akses media sosial Facebook di negara itu. (Foto: Reuters)

Kelompok pemantau jaringan internet NetBlocks mengungkapkan, pemblokiran tersebut tampaknya hanya dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi pelat merah MPT—yang disebut-sebut memiliki 23 juta pengguna di Myanmar.

Para penyelidik HAM dari PBB sebelumnya mengatakan, ujaran kebencian di Facebook telah memainkan peran kunci dalam mengobarkan kekerasan di Myanmar.

Pekan ini, Facebook mengatakan, pihaknya memperlakukan situasi di Myanmar sebagai keadaan darurat. Perusahaan medsos itu pun mengambil tindakan sementara yang diperlukan untuk melindungi dari bahaya, seperti menghapus konten yang memuji atau mendukung kudeta.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Instagram Wardatina Mawa Kena Banned, Ini Nama Akun Barunya!

57 tahun lalu

Viral Wardatina Mawa Mendadak Muncul di Instagram dengan Akun Baru, Netizen Syok!

57 tahun lalu

Usai Diserang Netizen, Akun Instagram Penerima Beasiswa LPDP Afninp Hilang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal