MuslimPro Respons Laporan Jual Data Pribadi 100 Juta Muslim ke Militer AS

Arif Budiwinarto
Aplikasi MuslimPro dilaporkan telah menjual data pribadi lebih dari 100 juta pengguna Muslim. (foto: ist)

WASHINGTON, iNews.id -MuslimPro angkat bicara merespons laporan yang menyebut aplikasi waktu salat dan Al-Quran itu telah menjual data pribadi sekitar 100 juta pengguna Muslim ke militer Amerika Serikat.

Laporan MuslimPro menjual data pribadi penggunanya mencuat setelah penyelidikan majalan online Motherboard menemukan aplikasi tersebut merupakan satu dari ratusan aplikasi yang diduga menghasilkan uang dengan menjual data lokasi pengguna ke pihak ketiga (perantara) yang kemudian dibeli oleh militer AS.

MuslimPro diketahui sempat bermitra dengan X-Mode, salah satu perusahaan yang terlibat dalam penjualan data dan lokasi. Namun, MuslimPro kemudian mengumumkan telah memutus kesepakatan kerja sama.

Sebagai informasi, X-Mode melacak 25 juta perangkat di AS setiap bulan serta 40 juta di tempat lain termasuk Uni Eropa, Amerika Latin, dan kawasan Asia Pasifik.

"Kami telah memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami dengan semua mitra data, termasuk X-Mode, berlaku segera," pernyataan resmi MuslimPro dikutip dari Aljazeera, Jumat (20/11/20200.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik usai AS Serang Iran, Pasokan Makin Ketat

57 tahun lalu

AS Kembali Serang Iran, Peluncur Rudal hingga Kapal Pemasang Ranjau Jadi Target

57 tahun lalu

Blak-blakan, Menhan Beberkan Asal Muasal AS Ajukan Izin Terbang di Indonesia

57 tahun lalu

Jet-Jet Tempur AS Mulai Rontok Lawan Iran, F-15E Keok di Kuwait

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal