Dia tak menyinggung soal posisi Turki terhadap keanggotaan Swedia di NATO. Keinginan Swedia untuk bergabung dengan aliansi pertahanan itu terganjal dengan restu dari Turki dan Hongaria.
Pembakaran Alquran dan perlindungan terhadap kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menjadi alasan mengapa Turki belum juga meratifikasi keanggotaan Swedia. Sementara Hongaria menunda pertemuan parlemen untuk membahas ratifikasi keanggotaan Swedia.
Demonstrasi pembakaran Alquran dilakukan seorang imigran asal Irak, Salwan Momika, di luar masjid Kota Stockholm bersamaan dengan perayaan Idul Adha. Sebelum membakar Alquran, Momika yang juga seorang ekstremis, melempar dan menginjak-injaknya ke tanah seraya melontarkan pernyataan yang menghina Islam.
Pemerintah Swedia sebenarnya melarang demonstrasi pembakaran Alquran setelah aksi politikus anti-Islam Rasmus Paludan melakukannya pada awal tahun ini. Namun pada 12 Juni, pengadilan banding Swedia menguatkan keputusan pengadilan untuk membatalkan larangan pembakaran Alquran dengan alasan mencegah kebebasan berpendapat.
Disebutkan, polisi tidak memiliki dasar hukum untuk melarang dua demonstrasi pembakaran Alquran yang berlangsung pada awal tahun ini.
Polisi menolak izin dua demonstrasi pembakaran Alquran pada Februari dengan alasan keamanan. Namun dua orang yang melakukan demonstrasi, masing-masing di luar kedubes Irak dan Turki, itu mengajukan banding.