Menurut Lina Khatib, peneliti tamu di Universitas Harvard, situasi ini bisa menjadi titik balik bagi kelangsungan Republik Islam Iran.
"Sulit untuk memperkirakan berapa lama lagi rezim Iran bisa bertahan di bawah tekanan begitu signifikan, tapi ini tampak seperti awal dari akhir," ujarnya, seperti dikutip dari BBC.
Khatib menambahkan, Ayatollah Ali Khamenei kemungkinan akan menjadi Pemimpin Tertinggi terakhir dalam arti penuh dari Republik Islam Iran.
Perpecahan Internal dan Desakan Perubahan
Selama perang, muncul isu soal ketidakhadiran Khamenei yang memunculkan spekulasi perpecahan internal dalam lingkaran elite Iran. Beberapa mantan pejabat bahkan dilaporkan mendesak para ulama senior agar mengambil langkah untuk transisi kekuasaan demi menghindari tekanan lebih besar dari dunia internasional.
Ali Ansari, Direktur Institut Studi Iran di Universitas St Andrews, mengungkapkan adanya ketegangan di pucuk kekuasaan.