Mualaf, Eks Perwira Intelijen Militer AS Diduga Jadi Mata-Mata Iran

Nathania Riris Michico
Monica Witt saat masih menjadi perwira Angkatan Udara AS (kanan) dan ketika dia disebut menjalani perubahan "ideologi" sebelum membelot ke Iran (kiri). (Foto: FBI)

WASHINGTON, iNews.id - Seorang mantan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) digugat atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Iran dalam operasi yang menyasar sesama perwira intelijen.

Monica Witt, yang dituduh membelot ke Iran pada 2013, sebelumnya berdinas sebagai perwira kontraintelijen AS sejak 1997 hingga 2008. Saat masih bertugas, Witt memiliki akses keamanan tertinggi AS.

Dia diduga membagikan sejumlah rahasia pemerintah AS kepada Iran sejak Januari 2012. Rahasia-rahasia itu mencakup nama-nama agen intelijen AS dan operasi intelijen yang mereka dalami.

Witt sendiri, menurut FBI, terakhir terlihat di Asia barat daya pada Juli 2013.

"Hari menyedihkan bagi Amerika tatkala salah satu warganya mengkhianati negara," kata Asisten Jaksa John Demers, kepala divisi keamanan nasional pada Departemen Kehakiman AS, seperti dilaporkan BBC, Kamis (14/2/2019).

Dalam dokumen gugatan, para penyelidik mengatakan perempuan berusia 39 tahun itu pernah dikirim AS ke Timur Tengah guna menjalani berbagai operasi kontraintelijen yang dirahasiakan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
48 menit lalu

Perundingan Nuklir dengan AS, Menlu Iran Araghchi: Awal yang Baik

Buletin
7 jam lalu

Hector Souto Yakin Timnas Futsal Indonesia Siap Hadapi Iran di Final Piala Asia

Internasional
20 jam lalu

AS dan Iran Akhirnya Berunding Hari Ini

Internasional
1 hari lalu

Mantan Menhan Israel Sebut Pemerintahan Netanyahu Tak Bisa Pengaruhi Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal