Tak heran, dari bunyi pesan itu, monumen dikaitkan dengan beberapa teori konspirasi, termasuk dugaan keterlibatan kelompok Tatanan Dunia Baru, supremasi kulit putih, hingga organisasi setan.
Beberapa pihak juga menuduh monumen itu mempromosikan nilai-nilai anti-Kristen. Seorang kandidat gubernur Georgia dari Partai Republik menyerukan pembongkarannya pada Mei lalu. Namun dia kalah dengan hanya mendapat suara kurang dari 4 persen.
Monumen Guidestones Georgia sempat dirusak dengan coretan, yakni ada 2008 dan 2014. Setelah insiden pada 2014, Asosiasi Granit Georgia memasang CCTV di sekitar lokasi.