Dia sudah tinggal di kota tersebut selama 63 tahun, namun baru pertama kali melihat bagian dalam bangunan tersebut.
"Kami diberitahu bahwa mereka akan membuka pintu untuk pertama kali dalam 100 tahun dan ini adalah hal yang sangat indah,” ujarnya, lagi.
Bangunan tersebut didirikan pada 1902 oleh arsitek Italia, Vitaliano Poselli. Bangunan terkenal yang terletak di jalan sempit pusat kota itu diubah fungsinya sejak 1920-an menyusul runtuhnya kekuasaan Utsmaniyah.
Masjid tersebut dibangun untuk orang-orang Yahudi yang masuk Islam atau disebut Donmeh. Namun sebagian umat Islam di sana juga peserta program pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki yang berlangsung pada 1923. Umat Islam yang tinggal di Yunani dikirim ke Turki untuk ditukar dengan pemeluk Kristen Ortodoks asal Turki.
Seperti banyak masjid di Yunani, fungsi bangunannya sempat berubah beberapa kali selama sejak beberapa dekade. Bangunan sempat berfungsi sebagai tempat pengungsian sebelum diubah menjadi museum arkeologi dan bertahan selama hampir 40 tahun.