KAIRO, iNews.id - Momen haru mewarnai pertemuan antara utusan khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, dan kepala negosiator Hamas, Khalid Al Hayya, di Mesir pada 8 Oktober lalu.
Dalam pertemuan itu, Witkoff menyampaikan belasungkawa pribadi kepada Al Hayya yang kehilangan putranya akibat serangan udara Israel di Doha, Qatar, sebulan sebelumnya.
Serangan pada 9 September 2025 tersebut menargetkan sejumlah pimpinan Hamas yang tengah membahas proposal gencatan senjata yang diusulkan oleh pemerintahan Trump. Insiden itu menewaskan beberapa anggota Hamas, salah satunya putra Al Hayya yang saat itu berada di lokasi pertemuan.
Dalam wawancara dengan CBS News melalui program 60 Minutes, menantu Trump sekaligus penasihat Timur Tengah, Jared Kushner, menyebut serangan Israel itu sebagai “pukulan telak terhadap kepercayaan diplomatik” antara AS dan sekutunya di kawasan.
“(Serangan itu) Melanggar banyak kepercayaan yang kami rasa pantas kami dapat dari pihak Israel. Itu bukan langkah strategis yang cerdas,” kata Kushner, Selasa (21/10/2025).