"Saya menggendongnya dan berlari. Tidak ada rumah sakit. Saya berlari seperti orang gila, tapi anak ini langsung meninggal. Saya tidak bisa menyelamatkannya," kata Ayyad.
Anggota keluarga lainnya tak bisa berbuat banyak, hanya bisa menangis sambil mengelilingi jasad Sami. Tak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan karena rumah sakit juga tak sanggup menampung begitu banyak korban luka.
Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Yordania, mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dengan menjatuhkan dari pesawat karena Israel menutup akses darat.
Ayyad menegaskan warga Gaza tak menginginkan bantuan seperti itu, diberikan tanpa menunjukkan rasa hormat.
"Kami tidak menginginkan bantuan. Kami menginginkan martabat. Cukup sudah penghinaan yang kami terima dari orang Arab, bukan cuma orang Israel. Mereka yang tidak punya belas kasihan kepada kami," katanya.