Miris, Ayah di Afghanistan Terpaksa Jual Putri Kecilnya untuk Menghidupi Keluarga 

Umaya Khusniah
Anak Afghanistan menaiki bus yang akan membawa mereka ke pusat pemrosesan, setibanya di Bandara Internasional Dulles, Virginia, AS. (Foto: REUTERS)

"Dia mungkin memiliki masa depan yang lebih baik dengan bekerja di toko daripada tinggal bersamaku. Dan harganya mungkin menyelamatkan keluargaku," katanya. 

Nazir melarikan diri ke Kabul bersama istri dan lima anaknya sebelum Taliban merebut ibu kota. Saat ini mereka bekerja sebagai kuli di pasar tetapi upahnya tidak cukup untuk membayar sewa.

"Kami lega bahwa perang dan pertempuran telah berakhir, tetapi kami semua menghadapi musuh baru - kemiskinan," katanya.

Keadaan ekonomi Afghanistan yang mengerikan makin diperburuk oleh penarikan bantuan asing.  Cadangan uang pemerintah sebelumnya juga telah dibekukan setelah Taliban merebut kendali.

Pada akhir Agustus, Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkanAfghanistan akan segera kehabisan makanan.

Sebanyak 18,5 juta orang di negara itu bergantung pada bantuan. Sementara World Food Programme (WFP) mengatakan sedang berjuang untuk mendapatkan pasokan untuk negara itu.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
23 jam lalu

Anak Menolak Disuapi, Dokter Ungkap Kesalahpahaman Orang Tua saat MPASI

2 hari lalu

Danantara Resmi Gabung Forum of Sovereign Wealth Funds, Ini Dampaknya

5 hari lalu

S&P Pertahankan Rating RI, Purbaya Sebut Hasil Diplomasi ke AS

7 hari lalu

Prabowo Ibaratkan Koperasi seperti Lidi: Satu Lemah, tapi Bergabung Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal