Mimpi Donald Trump Suatu saat AS dan Iran Akur

Anton Suhartono
Donald Trump berharap negaranya kelak akan memiliki hubungan lebih baik dengan Iran (Foto: AP)

Sementara itu kepercayaan Iran terhadap AS tampaknya sudah sangat tipis. Pasalnya Iran dikhianati Trump dua kali. Pertama saat dia menarik AS keluar dari JCPOA dan kedua serangan AS terhadap fasilitas nuklirnya pada 22 Juni padahal kedua negara sedang dalam perindingan nuklir yang sudah berjalan lima putaran.

Wakil Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly, dalam komentar terbaru pemerintah AS pada Selasa (1/7/2025), mengatakan Iran tidak akan pernah bisa membuat senjata nuklir. Kelly menggemakan kembali pernyataan Trump bahwa semua kemampuan nuklir Iran telah dihancurkan dalam serangan tersebut.

"Iran tidak akan pernah mebdapatkan bom nuklir, karena Operasi Midnight Hammer telah menghancurkan kemampuan nuklir mereka," kata Kelly.

Trump sebelumnya mengatakan butuh waktu bertahun-tahun bagi Iran untuk bisa memulai kembali program nuklirnya akibat serangan militernya. 

Namun, Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali juga menegaskan, negaranya akan melanjutkan program nuklir untuk energi, tidak punya rencana mengembangkan senjata nuklir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!

57 tahun lalu

Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone

57 tahun lalu

Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran

57 tahun lalu

Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal