"Kami tidak menyimpan roket di pelabuhan Beirut, kami juga tidak meletakkannya di dekat fasilitas bahan bakar," kata Nasrallah, dalam pidato di televisi, seperti dilaporkan kembali AFP, Sabtu (3/10/2020).
Dia bahkan mengizinkan media untuk berkunjung ke fasiltas yang disebut Israel sebagai pabrik rudal itu untuk membuktikan pernyataannya.
Belasan jurnalis pun mendatangi lokasi yang terletak di Jnah, pinggiran Beirut. Di sana terdapat beberapa alat berat di dalam gudang dua lantai yang biasa digunakan untuk produksi.
"Ini merupakan industri seperti biasa," kata juru bicara Hizbullah, Mohammad Afif, yang mendampingi kunjungan jurnalis.
Sebelumnya militer Israel mengklaim ada mesin pemotongan laser, pemotong hidrolik, serta mesin untuk membengkokkan peralatan logam yang kemungkinan digunakan untuk membuat rudal yang presisi.
Alat pemotong, kata militer Israel, dapat digunakan untuk membuat hulu ledak dan sirip stabilisasi. Sedangkan dua mesin lain untuk membuat silinder logam untuk membentuk rudal.