Mereka bisa tewas akibat ditembak para penculik maupun terkena serangan langsung militer Israel.
Menurut Maariv, militer juga khawatir bakal kehilangan banyak personel. Perkiraan IDF, puluhan tentara bisa tewas dan ratusan lainnya luka selama operasi.
Perhitungan lain, para pejuang Gaza sudah memasang banyak jebakan serta menanam ranjau darat di jalur-jalur yang dilewati tentara.
Kepala Staf IDF Eyal Zamir dilaporkan telah menyampakan penolakan atau keberatan terhadap rencana Netanyahu dengan menyebutnya sebagai jebakan strategis yang bisa menguras kemampuan militer serta mengganggu stabilitas Israel.
Netanyahu yakin mencaplok kembali Gaza bisa melenyapkan Hamas, namun militer memiliki hitung-hitungan berbeda.
IDF yakin rencana tersebut tidak mempertimbangkan kondisi pascaperang yang layak. Sekalipun Israel menduduki Gaza, pemerintahan harus membentuk pemerintahan militer sementara jangka panjang untuk mengelola 2,3 juta penduduk, sebuah langkah yang bisa berimplikasi hukum dan logistik signifikan berdasarkan hukum internasional.
Laporan tersebut juga menyatakan, pemerintah kemungkinan perlu memobilisasi puluhan ribu pasukan cadangan dan mengerahkan kembali unit-unit tugas aktif untuk mendukung operasi dan mengelola Gaza.