Dia lalu menyalahkan para kepala staf yang berganti-ganti hingga membuat keputusan buruk dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemangkasan personel dalam jumlah besar dan masa tugas yang lebih pendek, yakni 3 tahun untuk dan 2 tahun untuk wanita.
Kesenjangan ini mendorong para profesional berpengalaman keluar dari dinas, sementara personel yang tidak siap dalam peran-peran sensitif, tidak mampu menghadapi tantangan medan perang saat ini.
Brik menambahkan divisi SDM telah beroperasi tanpa profesionalisme atau tanggung jawab selama beebrapa tahun dan mengabaikan masalah-masalah inti.
Dia memperingatkan krisis SDM bisa terus berkembang menjadi kelumpuhan total angkatan bersenjata Israel.