Militer Filipina dan AS Patroli Bersama di Laut China Selatan, Bikin Gerah China

Anton Suhartono
Ferdinand Marcos Jr mengumumkan patroli maritim dan udara bersama Amerika Serikat di Laut China Selatan (Foto: Reuters)

Patroli tersebut kemungkinan besar akan membuat marah China. Sebelumnya China memperingatkan Filipina terkait meningkatnya aktivitas militer AS yang bisa memicu ketegangan di kawasan,

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan melalui sembilan garis putus-putus yang membentang sejauh 1.500 km, beririsan dengan zona ekonomi eksklusif (ZEE) beberapa negara Asia Tenggara seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

Di bawah pemerintahan Marcos, Filipina memperbaiki hubungan dengan AS setelah ketegangan dengan pendahulunya, Rodrigo Duterte.

China membangun dan mengembangkan fasilitas militer di pulau-pulau buatan di dalam ZEE Filipina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS-Iran Kembali Saling Serang, Teheran Klaim Tutup Selat Hormuz dan Hantam Pangkalan Militer AS

57 tahun lalu

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal