Militer Filipina dan AS Patroli Bersama di Laut China Selatan, Bikin Gerah China

Anton Suhartono
Ferdinand Marcos Jr mengumumkan patroli maritim dan udara bersama Amerika Serikat di Laut China Selatan (Foto: Reuters)

MANILA, iNews.id - Filipina meluncurkan patroli maritim dan udara bersama Amerika Serikat (AS) di Laut China Selatan, Selasa (21/11/2023). Ini berpotensi membuat marah China terkait sengketa wilayah perairan.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr menggambarkan patroli itu sebagai inisiatif yang penting di tengah konflik dengan China terkait sengketa wilayah perairan.

“Inisiatif penting ini merupakan bukti komitmen untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan militer kita dalam melakukan patroli maritim dan udara,” kata Marcos, dalam pernyataan di akun media sosial X.

Pejabat militer Luzon Utara Eugene Cabusao mengatakan, patroli akan dilakukan di lepas Pulau Mavulis. Pulau tersebut merupakan titik paling utara Filipina, sekitar 100 km dari lepas pantai Taiwan.

Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Marcos mengatakan pada forum di Hawaii bahwa situasi di Laut China Selatan lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya. Dia menyebut militer China semakin berani mendekati garis pantai Filipina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Senator Amerika Serikat Lindsey Graham Meninggal Dunia secara Mendadak

57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal