JENEWA, iNews.id - Komite Khusus PBB yang menyelidiki Israel merilis laporan terbaru hasil mereka, Kamis (14/11/2024). Hasilnya, kematian massal warga sipil serta kondisi mengancam jiwa yang dialami warga Gaza merupakan situasi yang disengaja.
Kondisi itu sudah berlangsung selama 14 bulan atau sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023.
"Sejak awal perang, pejabat Israel secara terbuka mendukung kebijakan yang merampas kebutuhan pokok warga Palestina yang diperlukan untuk bertahan hidup, makanan, air, dan bahan bakar," bunyi laporan komite, seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (14/11/2024).
Laporan itu juga menyebutkan Israel melakukan campur tangan secara sistematis serta melanggar hukum terhadap bantuan kemanusiaan, yang sangat dibutuhkan warga Palestina untuk bertahan hidup, dengan memanfaatkannya demi keuntungan politik dan militer.
Israel juga sengaja menahan bantuan ke Gaza serta melakukan kecerobohan yang dampaknya menimbulkan korban warga sipil. Namun istilah "genosida" jarang digunakan oleh badan-badan PBB dalam perang Israel di Gaza.