Menteri Radikal Israel Klaim Dapat Restu dari AS untuk Usir Warga Gaza

Anton Suhartono
l Bezalel Smotrich mengklaim negaranya telah mendapat restu dari AS untuk mengubah Jalur Gaza menjadi kota resor (Foto: AP)

"Kita bisa mulai dengan perbatasan utara dan membangun tiga komunitas di sana. Kita sudah membicarakannya," ujar menteri kontroversial tersebut.

Sejauh ini belum ada komentar dari AS terkait pernyataan Smotrich. 

Namun gagasan untuk mengubah Gaza menjadi "Riviera Timur Tengah" pernah disampaikan Presiden AS Donald Trump usai pelantikannya pada Januari lalu.

Lebih lanjut Smotrich mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melanjutkan perang di Jalur Gaza sampai seluruh wilayah itu bisa dikuasai penuh.

"Saya mendesak perdana menteri untuk menetapkan batas waktu negosiasi dengan Hamas, memberikan ultimatum 24 jam terakhir, agar menerima persyaratan," ujarnya.

Jika Hamas menolak, kata Smotrich, itu menjadi tawaran terakhir dan selanjutnya militer Israel akan merebut kendali penuh atas Jalur Gaza, memaksa Hamas menyerah secara penuh atau menghadapi kehancuran total.

Hamas berulang kali menegaskan kesediaannya untuk menyelesaikan konflik. Kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza itu bersedia membebaskan semua sandera Israel sekaligus, dengan imbalan diakhirinya perang dan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Israel Acuhkan AS Lagi, Bombardir Lebanon Tewaskan 5 Orang Usai Pengumuman Gencatan Senjata

57 tahun lalu

Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang

57 tahun lalu

Trump: Iran Sudah Tamat!

57 tahun lalu

Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal