Menteri yang kerap melakukan aksi kontroversial dan sering dikecam negara Muslim karena menggeruduk Masjid Al Aqsa itu menilai, gencatan senjata tersebut merupakan kemenangan penuh bagi Hamas.
"Kami tidak akan kembali ke meja pemerintah tanpa kemenangan penuh melawan Hamas dan realisasi penuh dari tujuan perang," ujarnya, seperti dilaporkan kembali Sputnik.
Sebelumnya dia juga mengajak politikus sayap kanan jauh lainnya, yakni Menteri Keuangan Bezalel Smotrick, untuk mundur dari pemerintah. Alasannya, kesepakatan itu bisa mengancam keamanan nasional Israel.
Gencatan senjata tahap pertama berlaku efektif pada Minggu pukul 11.30 waktu setempat atau 16.30 WIB, mundur dari seharusnya pukul 08.30 waktu setempat.
Dalam kesepakatan gencatan senjata tahap pertama yang berlangsung 6 pekan atau 42 hari itu juga dilaksanakan pertukaran tahanan. Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel, sementara negara Yahudi itu akan membebaskan ratusan, bahkan ribuan tahanan Palestina.