Menyikapi kecaman terhadapnya karena memberikan jari tengah kepada pengunjuk rasa Boris Johnson, Jenkyns dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu kemarin mengatakan, dia hanya membela diri. Dia mengaku telah kehabisan kesabaran atas aksi kerumunan yang saat itu dinilainya menghina anggota parlemen.
Jenkyns mengatakan, telah menerima banyak pelecehan dari beberapa orang yang ada di sana selama bertahun-tahun. Dia juga mendapat tujuh ancaman pembunuhan dalam empat tahun terakhir dan dua di antaranya dalam beberapa minggu ini.
"Saat ini sedang diselidiki oleh polisi. Saya telah mencapai titik kesabaran. Saya menjawab dan berdiri untuk diri saya sendiri," tulisnya.
"Mengapa ada orang yang harus menerima perlakuan seperti ini? Saya seharusnya menunjukkan lebih banyak ketenangan, tetapi saya hanya manusia," katanya membela diri.
Pernyataannya ini muncul setelah Anggota Parlemen Senior Tory Mark Spencer, pemimpin Commons dan mantan Chief Whip mengkritik aksi Jenkyns. Menurutnya, tindakan Jenkyns sama sekali tidak bisa dibenarkan.