"Saya tidak bisa memberi tahu Anda saat ini dampak apa yang akan ditimbulkannya. Saya tentu tidak bisa berbicara tentang dampak apa yang mungkin ditimbulkan terhadap Hizbullah dan operasinya," kata Blinken.
Pemerintah Lebanon dan kelompok Hizbullah menuduh Israel di balik serangan itu. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel. Namun seorang juru bicara Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara pribadi memberi sinyal keterlibatan negaranya.
Stasiun televisi Sky News Arabia sebelumnya melaporkan, pager yang meledak di Lebanon telah dipasangi alat peledak oleh badan intelijen Israel Mossad. Pager yang dikirim ke Lebanon dari Eropa lebih dulu jatuh ke tangan Israel. Pada kesempatan itulah, intelijen Zionis menanam bahan peledak pada baterai sebelum dikirim.
Bahan peledak yang ditanam pada baterai adalah pentaerythritol tetranitrate (PETN) yang bisa diledakkan dengan meningkatkan suhu baterai.
Media Lebanon melaporkan, pager meledak secara serentak setelah Israel menyabotase sistem komunikasi Lebanon.