Pesawat dengan nomor penerbangan 7C 2216 itu berangkat dari Bangkok, Thailand, menuju Muan. Namun pesawat mengalami kendala teknis yang menyebabkan roda pendaratan tak berfungsi. Pesawat lalu keluar landasan menghantam dinding beton hingga meledak dan hancur.
Para pakar keselamatan penerbangan mempertanyakan keberadaan dinding beton tak jauh dari ujung landasan pacu.
Fungsi dinding itu hanya untuk menyangga antena "localiser" yang fungsinya memandu pendaratan pesawat dalam kondisi jarak pandang buruk.
Wakil Menteri Perhubungan untuk Penerbangan Sipil Joo Jong Wan mengakui keberadaan dinding beton itu tak aman, namun pembangunannya sudah sesuai standar nasional maupun internasional.
Polisi sedang menyelidiki mengenai kebedaraan dinding itu. Bangunan kokoh itu yang membuat pesawat meledak hebat dan hancur.