TEL AVIV, iNews.id - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sesumbar akan menghancurkan wilayah Lebanon selatan seperti terjadi di Jalur Gaza. Pernyataan kontroversial ini menegaskan rencana agresif Israel dalam menghadapi konflik dengan kelompok Hizbullah.
Katz bahkan menegaskan militer Israel akan menghancurkan seluruh rumah warga di desa-desa Lebanon yang berada di dekat perbatasan.
Konflik yang meningkat sejak awal Maret telah menyebabkan dampak kemanusiaan besar. Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon dilaporkan mengungsi sejak serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah dimulai pada 2 Maret. Selain itu, sekitar 1.200 orang dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Dia menyebut sekitar 600.000 warga Lebanon selatan yang mengungsi tidak akan diizinkan kembali hingga wilayah utara Israel dinyatakan sepenuhnya aman.
“Pada akhir operasi, IDF akan membangun zona keamanan di dalam Lebanon, garis pertahanan terhadap rudal anti-tank, dan akan mempertahankan kendali keamanan atas seluruh wilayah hingga Sungai Litani,” ujar Katz, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (2/4/2026).
Dia menambahkan, Israel berencana membangun zona penyangga permanen di Lebanon selatan serta mempertahankan kendali atas wilayah hingga Sungai Litani, termasuk infrastruktur penting seperti jembatan di kawasan tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebelumnya juga telah memerintahkan evakuasi besar-besaran terhadap warga di Lebanon selatan, wilayah yang dikenal sebagai basis kekuatan Hizbullah dan berada di sekitar pinggiran selatan Ibu Kota Beirut.