Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters mengatakan operasi ini dirancang berlangsung beberapa hari. Serangan terjadi di tengah negosiasi antara Washington dan Teheran mengenai program nuklir dan rudal balistik Iran. Beberapa hari sebelumnya, mediator Oman mengumumkan ada kemajuan pembicaraan di Jenewa. Namun, eskalasi militer menghentikan proses tersebut.
Sementara Israel menamai operasinya "Lion’s Roar". Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi akan berlanjut selama diperlukan. Israel dan AS selama ini menilai program nuklir dan rudal Iran sebagai ancaman serius, sementara Iran berulang kali menegaskan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Iran telah merespons serangan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal ke Israel. Militer Israel melaporkan sirene peringatan berbunyi di sejumlah wilayah, disertai ledakan di bagian utara negara itu. Tak hanya itu, rudal Iran juga diarahkan ke sejumlah lokasi yang terkait dengan operasi militer AS di kawasan, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta markas Armada Kelima AS di Bahrain.