TEHERAN, iNews.id - Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammad Pakpour dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah lokasi di Iran, Sabtu (28/2/2026). Sementara Iran juga telah melakukan serangan balasan.
Kematian dua pejabat Iran tersebut dilaporkan Reuters, mengutip dua sumber yang mengetahui operasi militer Israel serta seorang pejabat regional. Hingga kini, kabar itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Operasi gabungan AS-Iran di Iran menyasar berbagai titik, termasuk ibu kota Teheran. Ledakan terjadi sekitar pukul 09.27 waktu setempat di kawasan University Street dan Jomhouri, tak jauh dari markas IRGC. The Associated Press menyebut, satu serangan terjadi di dekat kompleks kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ledakan juga terdengar di sejumlah kota lain, seperti Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, dan Karaj.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera, serangan itu merupakan bagian dari operasi militer gabungan dengan Israel. Departemen Pertahanan AS kemudian menyebut misi tersebut bernama "Operation Epic Fury".
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, operasi gabungan AS-Israel iu bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, melumpuhkan angkatan lautnya, serta memastikan Teheran tidak memiliki senjata nuklir.