Sirano dan timnya menggunakan potongan logam untuk memotong lava yang sudah menjadi batu. Di dalamnya terdapat kerangka pria yang terperangkap selama hampir 2.000 tahun. Dia tampak mencengkeram tas kulit berisi kotak kayu yang di dalamnya ada sebuah cincin.
Kerangka itu ditemukan pada Oktober lalu namun baru diungkap dalam konferensi pers Rabu (1/12/2021). Pria yang diyakini sebagai korban terakhir dari letusan gunung ditemukan di lokasi yang sama serta 300 korban lainnya yang berlindung dengan harapan diselamatkan perahu.
Arkelog lainnya Domenico Camardo membandingkan dampak letusan di Herculaneum dengan kehancuran akibat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang.
"Kerangka korban di sini ditemukan dalam kondisi mirip dengan yang ada di Hiroshima. Anda benar-benar merasakan kengerian dan tragedi," ujarnya.
Sementara itu pria korban terakhir masih belum terkuak misterinya. Banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai bagaimana dia bisa berada di tempat itu, sementara orang lain berusaha menyelamatkan diri.
"Mengapa dia tidak berada di tempat penampungan bersama yang lain? Mungkin dia seorang penyelamat yang mendarat di perahu yang telah ditemukan di dekatnya," ujar Camardo.
Analsis sejauh ini, dia bisa saja seorang tentara yang sedang menjalankan misi penyelamatan untuk membantu orang atau mungkin juga buronan.