Mengenal Somaliland, Wilayah Somalia yang Diakui Israel sebagai Negara Merdeka

Anton Suhartono
Nama Somaliland menjadi sorotan dunia setelah Israel secara mengejutkan mengakui wilayah tersebut sebagai negara merdeka (Foto: AP)

Somaliland mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia pada 1991, menyusul runtuhnya pemerintahan pusat Somalia dan pecahnya perang saudara. Sejak saat itu, wilayah ini membangun pemerintahan sendiri dengan ibu kota di Hargeisa, lengkap dengan parlemen, sistem hukum, mata uang, dan aparat keamanan.

Berbeda dengan Somalia yang lama dilanda konflik berkepanjangan, Somaliland dikenal relatif stabil dan aman. Pemerintahannya secara rutin menggelar pemilu lokal maupun nasional, sehingga sering disebut sebagai salah satu contoh stabilitas politik langka di kawasan Afrika Timur yang rawan konflik.

Meski beroperasi layaknya sebuah negara, Somaliland tidak pernah mendapat pengakuan resmi dari komunitas internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Afrika tetap menganggap wilayah tersebut sebagai bagian dari kedaulatan Somalia. Pemerintah Somalia pun secara tegas menolak segala upaya pengakuan terhadap Somaliland sebagai negara merdeka.

Alasan utama penolakan internasional adalah kekhawatiran bahwa pengakuan Somaliland dapat memicu gerakan separatis di negara-negara Afrika lainnya. Uni Afrika selama ini menekankan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara-negara anggota sesuai batas kolonial.

Pengakuan Israel terhadap Somaliland pun dinilai sebagai langkah kontroversial yang berpotensi mengubah dinamika geopolitik kawasan. Selain membuka peluang kerja sama diplomatik dan ekonomi, keputusan ini juga berisiko memicu ketegangan baru, terutama dengan pemerintah Somalia dan negara-negara yang mendukung integritas teritorialnya.

Dengan status baru yang diakui Israel, Somaliland kembali menegaskan ambisinya untuk memperoleh pengakuan internasional yang lebih luas. Namun, jalan menuju pengakuan global masih panjang dan penuh tantangan di tengah penolakan kuat dari Somalia dan kehati-hatian komunitas internasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Parlemen Israel Bubar, Nasib Netanyahu Tak Jelas

3 hari lalu

Brutal, Pasukan Israel Bombardir Prosesi Pemakaman Warga Gaza, 7 Orang Tewas

3 hari lalu

Kejam! Israel Akan Kelilingi Penjara Tahanan Palestina dengan Banyak Buaya

3 hari lalu

Perang di Mana-Mana, Israel Kekurangan Tentara dan Tank Parah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal