Meskipun tidak ada definisi yang tepat berdasarkan hukum internasional, kedua istilah itu mempunyai implikasi berbeda. Sekilas jeda kemausiaan dan gencatan senjata sama, namun para pejabat yang terlibat negosiasi menekankan beberapa perbedaan penting.
PBB menggambarkan jeda kemanusiaan sebagai penghentian permusuhan yang dinegosiasikan murni untuk tujuan kemanusiaan. Sementara gencatan senjata adalah kesepakatan di mana negara atau kelompok yang bertikai sepakat untuk menghentikan permusuhan secara total.
Israel mengartikan jeda kemanusiaan sebagai penghentian serangan yang bersifat lokal dan terbatas, tidak menyeluruh. Ini jauh berbeda dengan makna gencatan senjata di mana permusuhan antara Israel dan Hamas berakhir tanpa batas waktu.
Majelis Umum PBB pada 27 Oktober menyetujui resolusi menyerukan “gencatan senjata kemanusiaan" yang berlangsung lama dan berkelanjutan di Gaza. Resolusi itu didukung 121 suara melawan 14 yang menolak, sisanya abstain. Di antara negara yang menolak gencatan senjata adalah Amerika Serikat dan tentu saja Israel.
Presiden AS Joe Biden berulang kali menolak seruan gencatan senjata dengan alasan hal itu hanya akan menguntungkan Hamas.