Tanah yang tidak subur membuat hasil pertanian di Libya terbatas. Bahkan, Libya dianggap miskin karena sumber dayanya yang terbatas, sampai akhirnya minyak ditemukan di negara tersebut.
Kondisi Libya berubah saat cadangan minyak ditemukan pada 1959. Dari semula bergantung pada bantuan internasional serta uang sewa pangkalan udara Amerika Serikat (AS) dan Inggris, Libya menjadi negara kaya minyak. Pendapatan terbesar Libya pun diperoleh dari sektor tersebut.
Satu dekade sejak minyak ditemukan, Libya berubah dari berbentuk kerajaan menjadi republik. Hal ini terjadi setelah Muammar Khadafi (Muammar Gaddafi), memimpin pemberontakan dan menggulingkan Raja Idris I pada 1969. Sejak itu, Khadafi memimpin Libya selama lebih dari 40 tahun.
Pemerintahan Khadafi berakhir setelah digulingkan oleh pemberontak dan tewas dibunuh pada 2011. Jatuhnya rezim Khadafi kala itu terjadi saat Arab Spring, gerakan penggulingan pemerintahan yang terjadi di sejumlah negara Arab.
Dimulai dari Tunisia, Arab Spring menyebar ke Mesir, Libya, dan beberapa negara lainnya di Arab.