Mengenal Libya yang Diporak-poranda Banjir Bandang, Negara Tandus Kaya Mendadak gegara Minyak

Rahmi Rizal
Mengenal Libya, negara yang tengah berduka akibat banjir bandang dahsyat (Foto: Reuters)

Tanah yang tidak subur membuat hasil pertanian di Libya terbatas. Bahkan, Libya dianggap miskin karena sumber dayanya yang terbatas, sampai akhirnya minyak ditemukan di negara tersebut.

Kondisi Libya berubah saat cadangan minyak ditemukan pada 1959. Dari semula bergantung pada bantuan internasional serta uang sewa pangkalan udara Amerika Serikat (AS) dan Inggris, Libya menjadi negara kaya minyak. Pendapatan terbesar Libya pun diperoleh dari sektor tersebut. 

Satu dekade sejak minyak ditemukan, Libya berubah dari berbentuk kerajaan menjadi republik. Hal ini terjadi setelah Muammar Khadafi (Muammar Gaddafi), memimpin pemberontakan dan menggulingkan Raja Idris I pada 1969. Sejak itu, Khadafi memimpin Libya selama lebih dari 40 tahun.

Pemerintahan Khadafi berakhir setelah digulingkan oleh pemberontak dan tewas dibunuh pada 2011. Jatuhnya rezim Khadafi kala itu terjadi saat Arab Spring, gerakan penggulingan pemerintahan yang terjadi di sejumlah negara Arab. 

Dimulai dari Tunisia, Arab Spring menyebar ke Mesir, Libya, dan beberapa negara lainnya di Arab.  

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut akibat Banjir, Anggarkan Rp12 Miliar

57 tahun lalu

Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa Jaksel, Klaim Kurangi Banjir hingga 20 Persen

57 tahun lalu

Kronologi 9 Pemotor Jatuh Terpeleset gegara Minyak Tumpah di Tangerang

57 tahun lalu

Minyak Tumpah di Jalan Sudirman Tangerang, 9 Pemotor Terluka karena Jatuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal