Mengenal Ambergris, Muntah Ikan Paus Sperma yang Harganya Selangit

Anton Suhartono
Nelayan di Yaman menemukan ambergris berwarna kehitaman dari ikan paus yang mati (Foto: Middle East Eye)

Sebagian besar ambergris yang ditemukan untuk kepentingan komersial berasal dari Bahama di Atlantik, khususnya New Providence. 

Keunggulan ambergris terletak pada aroma yang bisa bertahan lama. Para pembuat parfum merek kenamaan seperti Chanel membutuhkan ini untuk membuatnya aroma tahan lama. Namun peran itu kini sudah digantikan dengan produk sintetis karena ambergris semakin jarang didapat.

Selain untuk parfum, ambergris juga dibuat untuk obat serta makanan dan minuman. Raja Charles II dari Inggris biasa menyantapnya bersama telur. 

Ambergris juga digunakan sebagai penyedap dalam kopi Turki serta campuran cokelat panas di Eropa pada abad ke-18.

Orang Mesir kuno membakar ambergris sebagai dupa, sedangkan di Mesir modern digunakan untuk mengharumkan rokok.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Apakah Parfum Gucci Pakai Kemenyan Indonesia? Ini Faktanya!  

57 tahun lalu

Heboh, Donald Trump Luncurkan Parfum

57 tahun lalu

Bolehkah Wanita Pakai Minyak Wangi ketika ke Luar Rumah agar Tidak Bau? 

57 tahun lalu

Dzikir Dzun Nun, Doa Nabi Yunus Kala Ditelan Ikan Paus dan Keutamaannya

57 tahun lalu

Viral, Ikan Paus Bungkuk Telan Hidup-Hidup Pendayung lalu Dilepas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal